Pages

Tampilkan postingan dengan label Share for our better life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Share for our better life. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Agustus 2011

Kasih yang Mengampuni *Repost

Hai Teman Sesama pecinta blog terkasih,

Sekedar sharing ya, sebuah postingan dari terangdunia.com yang gue baca.
Yang mana, posted ini pasti hampir semua orang pernah merasakan :D
Biasanya kan kalau lagi merana-menderita-dalam-dunia berasa semua orang gak ngerti yang lo rasain, berasa lo yang paling menderita.

Semoga terberkati :)

Kasih yang Mengampuni

Mengampuni orang yang telah menyakiti hati kita memang bukan perkara mudah, apalagi orang tersebut adalah orang yang sangat kita kasihi. Namun, justru di situlah sebenarnya kasih itu diuji kemurniannya. Kisah berikut ini adalah sebuah contoh tentang kasih yang mengampuni.


Edith Taylor telah menikah dengan Carl puluhan tahun lamanya. Mereka saling mengasihi dan selalu rajin beribadah ke gereja bersama. Suatu hari perusahaan tempat Carl bekerja memerlukan Carl untuk dikirim ke Jepang untuk waktu yang cukup lama, namun Edith tidak dapat ikut pergi.

Karena terpisah jarak yang sangat jauh, mereka berkomunikasi lewat surat. Pada awalnya, surat mereka diterima dan dibalas dengan cepat, tetapi makin lama, surat dari Carl semakin jarang datang. Edith berpikir mungkin Carl sedang sibuk sehingga tak ada waktu mengirim surat untuknya. Hingga suatu hari datanglah sepucuk surat dari Carl, namun isi surat itu begitu mengejutkan Edith. Carl mengajukan permohonan cerai karena ia jatuh cinta pada seorang gadis Jepang bernama Aiko.

Walaupun hatinya hancur karena dikhianati, Edith tetap mengasihi Carl. Ketika anak dari pernikahan Carl dan Aiko lahir, Edith bahkan mengirimkan hadiah untuk anak itu. Setelah sekian lama, bertahun-tahun kemudian, Carl mengirimkan sepucuk surat kembali yang mengatakan ia terkena kanker ganas dan kuatir akan masa depan anaknya. Dan tak lama sesudah itu, Carl meninggal dunia karena sakitnya yang parah.

Edith yang mengasihi Carl, sangat mengingat pesan Carl dalam surat terakhirnya dan memutuskan untuk mendatangkan kedua anak Carl ke Amerika dan menyekolahkannya. Tidak cukup hanya itu, Edith juga mendatangkan Aiko. Mereka pun kemudian tinggal bersama dan Edith yang menghidupi mereka.

Apakah ini sebuah dongeng? Tidak! Ini adalah kisah nyata. Edith adalah seorang wanita yang sangat berjiwa besar. Apakah mudah bagi Edith untuk mengampuni suaminya yang telah mengkhianatinya? Tentu saja tidak mudah. Sakit hati yang luar biasa dan perlu proses pergumulan yang hebat dalam hatinya. Namun Edith memilih untuk mengampuni karena itu akan melepaskan dirinya dari belenggu yang hanya akan menyiksa dirinya sendiri.

Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita, "Jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." (Matius 6:14-15).

Pengampunan akan menolong diri kita sendiri karena orang yang hidup dalam sakit hati tidak akan pernah tenang dan bahagia. Cara untuk terlepas dari sakit hati adalah dengan melepaskan pengampunan kepada orang yang bersalah pada kita. Dan cara untuk mengampuni adalah lakukan saja perintah Tuhan dan jangan menggunakan perasaan. Jika kita menggunakan perasaan, mengampuni memang sulit. (NS)

Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. (Kolose 3:13)


Minggu, 14 Februari 2010

Re-post from Terangdunia.com, so inspiring

Sebuah jam dinding baru selesai di buat. Si Pembuat menggantungkannya ke dinding. Jam dinding baru yang masih muda itu melihat ke kiri dan ke kanan. Ternyata ada banyak sekali teman sejenisnya.

Ia bertanya kepada teman di sampingnya yang sedang rajin bekerja. "Apa yang harus kuperbuat?"

Jam dinding tua di sebelah kirinya berkata dengan penuh kesombongan, "Engkau harus mengikuti teladanku, dalam setahun engkau harus bergerak ke kiri dan ke kanan sebanyak 31.536.000 kali" Mendengar itu, jam dinding yang masih baru dan belum berpengalaman itu hampir jatuh pingsan.

"Apakah saya sanggup bergerak sebanyak itu?" keluhnya.

Melihat teman yang masih muda belia dan belum berpengalaman dan sudah hampir menyerah sebelum memulai, jam dinding di sebelah kanan berusaha menghiburnya, "Hai, pemuda tak usah engkau berpikir terlalu berat, tak perlu engkau menghitung berapa kali bergerak dalam setahun, dalam setiap detik, bergeraklah satu kali, itu sudah cukup."

Jam dinding muda itu kini menjadi agak lega. Ia merasa bahwa ia mampu bergerak sekali dalam setiap detik, dan kelak secara tidak dia sadari, ia telah bergerak sebanyak 31.536.000 kali dalam setahun.

Yesus berkata, "Janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Matius 6:34)

Selasa, 09 Juni 2009

Bersyukur, bersyukur...


Ada banyak hal yang patut kita syukuri untuk setiap harinya
mulai dari hal yang paling kita sering menerimanya, apa?
a life, that's right..
bersyukurlah kita masih diberi kesempatan untuk hidup sampai detik ini, itu yang nyokap gue tanamkan sejak
kecil
bersyukurlah kita masih diberi kesehatan, bertemu dengan orang yang kita cintai dan yang mencintai kita
bersyukurlah kita bisa makan, walaupun hanya tahu tempe

Gue baru aja nonton film tentang Afghanistan, realita yang terjadi di Afghanistan tepatnya, sebuah fakta
yang kemudian dibuat film, judulnya tuh Kandahar dan Osama, secara garis besar, kedua film ini mendeskripsikan
apa yang kerap terjadi di Afghanistan, kekerasan, eksploitasi anak laki-laki untuk dijadika tentara perang Taliban,
yang buat gue itu gak ada manusiawinya sedikit pun!
Bayangin aja, setiap perempuan-perempuan disana wajib memakai burga hingga jempol kakinya pun jangan sampai terlihat,
dan mereka semmua dianggap sampah karena tidak berguna, miris gue nontonnya.
Terus, yang tambah bikin gue bengong, setiap anak laki-laki di sana diwajibkan ikut perang dan diajarkan bahwa pisau dan senapan adalah senjata tuhan yang dipakai untuk membunuh orang dan mencabik-cabik tubuh mereka, gosh! masih anak-anka loh udah diajarkan seperti itu.. wow...!!
Terasa jelas bahwa perempuan disana diasingkan sekali, mulai dari burga yag harus selalu menutupi, ketika sakit tidak bisa diperiksa secara langsung, hemm... gue kasihan deh ngeliatnya...
Ada lagi nih yang sukses bikin emosi gue naik turun, ceritanya banyak para laki-laki dewasa yang terpakasa harus kehilangan kakinya atau tangannya, itu terjadi ketika mereka sedang berjalan dan tanpa sadar menginjak ranjau darat, entah ranjau itu dipasang oleh siapa dan untuk siapa, terus ketika helikopter datang dengan menerjunkan kaki-kaki palsu ke bawah, dan mereka semua berlari-lari dengan kaki mereka yang tinggal satu beserta alat bantu mereka untuk berjalan.
Sumpeh deh, gue miris lihatnya........

Setelah gue nonton kedua film itu, gue mikir, gue bersyukur banget bisa dilahirkan di negara ini, INDONESIA, ya walaupun terkenal negara terkoruptor dan sebaginya dan sebagainya, menurut gue, ini harus disyukuri, gue masih bisa tinggal dirumah
yang layak, minum dengan air yang bersih, makanan yang bergizi, dan yang terpenting gue bebas sebagi perempuan * Thx RA.KArtini*, bebas peperangan dimana-mana,

So, yang ingin gue underline dari semua uneg-uneg gue tadi adalah " Selalu bersyukurlah setiap saat kepada Tuhan, dimana pun kita berada, dalam kondisi apapun, percaya deh kalau kita selalu bersyukur hidup akan terasa sangat ringan dan happy".

Smile!!!!!!!!!